Transpot Zat Lewat Membran

07.02
TRANSPORT ZAT LEWAT MEMBRAN

  Ø  Standar Kompetensi: 
   Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit  terkecil  kehidupan
  Ø  Kompetensi Dasar:     
            Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transpor aktif, dan eksositas).
  Ø  Indikator:
1. Menjelaskan ciri-ciri transpor secara difusi dan osmosis
2. Menjelaskan terjadinya peristiwa plasmolisis
  Ø  Tujuan:
1.    Menjelaskan proses difusi pada zat cair
2.    Menjelaskan proses osmosis pada sel umbi
3.    Menjelaskan terjadinya peristiwa pasmolisis pada sel bawang merah atau Rhoe-discolor
  Ø  Uraian Materi:
            
        Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transport pasif mencakup osmosis dan difusi.




DIFUSI
         A.    Proses kerja:
Perhatikanlah demonstrasi yang dilakukan oleh guru pada saat meneteskan tinta hitam pada gelas kimia yang berisi air. Apa yang terjadi pada tinta tersebut? Peristiwa ini adalah contoh difusi. Dengan demikian apa yang dimaksud dengan difusi?.
         B.     Pembahasan    

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian tinta pada air. Lambat laun air tersebut menjadi agak kehitaman atau kebiru-biruan. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung  karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbran sel jugasangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti CO2, HO, dan H2O.
Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi yaitu :
  •    Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak sehingga kecepatan difusi semakin tinggi
  •    Ketebalan membran. Semakin tebal membrane, semakin lambat kecepatan difusi.
  •     Luas suatu area. Semakin besar luas area, maka semakin cepat kecepatan difusinya.
  •   Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  •   Suhu. Semakin tinggi suhu, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

OSMOSIS
             A.    Alat Dan Bahan
1.      Timbangan                        6. Air suling/aquades
2.      Pelubang gabus                 7. Pisau
3.      Gelas kimia                       8. Garam dapur yang dilarutkan
4.      Umbi ubi kayu
5.      Gelas ukur
            B.     Proses kerja
1.      Buat 3 selinder ubi kayu dengan menggunakan pelubang gabus
2.      Potong sehingga menjadi sama panjang
3.      Timbang untuk mengetahui beratnya masing-masing
4.      Masukkan selinder ubi kayu pertama kedalam gelas kimia kosong (tanpa air), selinder kedua dimasukkan dalam gelas kimia yang berisi air suling/aquades, sedangkan selinder ketiga dimasukkan kedalam gelas kimia yang berisi larutan garam dapur 25%
5.      Biarkan selama 20 menit
6.      Timbang kembali selinder ubi kayu, mana yang keras dan mana yang lembek
            C.     Pembahasan
 Osmosis adalah perpindahan air melalui membrane permeable selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak boleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang membran. Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Atau dengan kata lain, osmosis merupakan difusi molekul air melalui membran, dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis) kelarutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis).
                                                                                                                       
TABEL HASIL PENELITIAN
NO
Berat sebelum perlakuan
(gram)
Berat sesudah perlakuan
(gram)
Keadaan (keras atau lembek)
1.
2 gram
2 gram
Keras
2.
2 gram (air suling)
2,1 gram
Keras
3.
2 gram (air garam)
1,9 gram
lembek

Perhatikan berat kentang semula sebelum direndam, semua sama 2 gr. Setelah perendaman pada larutan garam 25%, tekstur kentang agak lembek dan beratnya berkurang menjadi 1,9 gr dari sebelumnya 2 gr. Sedangkan kentang yang direndam air suling/aquades, tekstur kentang mengeras dan berat kentang bertambah menjadi 2,1 gr. Serta kentang yang tidak direndam apapun, beratnya tetap dan teksturnya juga tetap mengeras,.

Bagaimana penjelasannya?
Ingat konsep ini: osmosis adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeabel.
Saat kentang direndam dalam larutan garam 25% akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis sehingga kentang menjadi lembek. Lihat gambar berikut.


Peristiwa ini berakibat pada dua hal:
  1. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek
  2. Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
  3. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.
Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.



PLASMOLISIS
       A.    Alat dan bahan
1.      Mikroskop
2.      Gelas objek
3.      Umbi lapi bawang merah atau daun Rhoe-discolor
4.      Larutan garam dapur 25%
5.      Pipet tetes
6.      Kertas tisu
       B.     Proses kerja
1.      Ambillah bagian tipis dari umbi lapis bawang merah atau helaian bagian bawah dari daun rhoe-discolor dengan menggunakan silet atau boleh menggunakan kuku jari tangan
2.      Letakkan diatas gelas objek, amati dengan perbesaran kuat
3.      Perhatikan bagian dari sel yang berwarna merah
4.      Ambil kembali preparat tersebut kemudian tetesi larutan garm dapur, kelebihan larutan garam dapur dapat diserap dengan kertas tisu
5.      Amati kembali, terutama pada bagian se yang berwarna merah
        C.     Pembahasan
Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi eksterm, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.


Dari hasil percobaan diatas, daun Rhoeo discolor telah mengalami plasmolisis, yakni peristiwa mengkerutnya sitoplasma dan lepasnya membran plasma dari dinding sel tumbuhan jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik (larutan garam lebih dari 1%).Pada saat diteteskan air, kondisi sel daun Rhoeo discolor dalamkeadaan normal, terlihat bagian-bagian sel berbentuk rongga segi enamdengan sitoplasma berwarna ungu memenuhi dinding sel.
Air yang diteteskan membentuk lingkungan isotonik baik di dalam maupun di luar sel, sehingga bentuk sel normal.Pada saat larutan garam diteteskan di atas sayatan daun Rhoeodiscolor, lingkungan yang terbentuk di luar sel-sel daun adalah hipertonik, dan hipotonik pada bagian dalam sel.
 Sesuai dengan prinsip osmosis, yakni perpindahan pelarut melalui selaput semi-permeabel dari konsentrasi pelarut tinggi (hipotonik) menuju konsentrasi rendah (hipertonik), air akan mengalir keluar dari vakuola menuju luar sel karena adanya tekanan osmosis.Akibatnya sel daun Rhoeo discolor kehilangan air sehingga sitoplasmayang berwarna ungu mengkerut dan menjauhi dinding sel seolah-olah keluar dan pecah dari sel. Lama-kelamaan sitoplasma memudar menjadi bercak- bercak berwarna ungu.
Hal ini terjadi karena larutan garam yang diteteskan berperan sebagailarutan hipertonik, yakni larutan yang konsentrasinya lebih rendah daripada cairan di dalam sel. Sedangkan air pada sel daun Rhoeo discolor berperan sebagai hipotonik.Kondisi mengkerutnya sitoplasma dan menjauhi dinding sel initernyata bisa dikembalikan setelah meneteskan kembali air di atas sayatan daun Rhoeo discolor.



KESIMPULAN
Transpor aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontraspor yang akan mengangkut ion Na+ bersama melekul lain seperti asam amino dan gula.
1.                  Difusi
a.       Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.
b.      Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer padamembran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid,vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbran sel jugasangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O, CO2,  HO,  dan  H2O.
2.                  Osmosis
a.       Osmosis merupakan difusi molekul air melalui membran, dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis) kelarutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis).
b.      Saat kentang direndam dalam larutan garam 25% akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis sehingga kentang menjadi lembek.
c.       kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
3.                  Plasmolisis
a.       Plasmolisis adalah peristiwa mengkerutnya sitoplasma dan lepasnyamembran plasma dari dinding sel tumbuhan jika sel dimasukkan ke dalamlarutan hipertonik (larutan garam lebih dari 1%).
b.      Dari percobaan yang telah dilakukan pada daun Rhoe discolor, disimpulkan :
  a. Sel daun berbentuk heksagonal, dan memiliki klorofil serta pigmen warna ungu
  b. Sel daun mengalami plasmolisis saat ditetesi dengan larutan garam.

Artikel Lainnya

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar

Mari kita saling sapa menyapa
Silahkan Berkomentar dengan BIJAK