Kebiasaan orang Indonesia yang tampaknya mulai menghilang

06.28
Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang ramah, dan berbudi luhur. Tapi nampaknya anggapan tersebut belakangan sudah mulai berkurang. Mungkin sebagian dari kita sering/ pernah melihat bahkan merasakan hal tersebut terjadi disekitar kita. Apa saja kebiasaan yang mulai memudar tersebut?Berikut ini kami coba angkat supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya, budaya sejati orang Indonesia

1. Cium Tangan Pada Orang Tua





Biasanya sih dibilang “salim“, bila di semasa saya hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting loh, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini? saran saya bagi ente yang masih punya ortu, segera hampiri mereka dan cium tangan mereka bila ingin berpamitan...biar selamat dan mendapat berkah.

2. Penggunaan tangan kanan



Bila di luar negeri sih, saya rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita. Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan.(kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir).  bahkan akan lebih baik lagi bila kita menggunakan kedua tangan kita bila bersalaman dengan orang yang statusnya lebih tua dari kita.



3. Senyum dan Sapa




Konon bangsa indonesia dulu identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita. Asal jangan senyum senyum sendiri aja(ntar dikira orang gila..he..he..) . 



4. Musyawarah





falsafah bangsa Indonesia yang selalu menggunakan musyawarah sebagai landasan untuk memutuskan kepentingan yang menyangkut orang banyak nampaknya sudah mulai memudar.. di kota-kota besar semisal Jakarta. budaya musyawarah udah jarang ditemuin. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, bahkan tidak jarang masalah sepele malah jadi besar. mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri. Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.



5. Gotong Royong




Itu bukan urusan gue!“, “emang gue pikiran“, "Loe loe..gue gue"..Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, bukankah sangat indah kehidupan ini kalau kita bisa saling membantu, bahu membahu satu sama lain?karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat.

Artikel Lainnya

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar

Mari kita saling sapa menyapa
Silahkan Berkomentar dengan BIJAK